Kini, Spotify Sedang Menyiapkan Fitur Putar Lagu Lewat Perintah Suara

Harus kita akui bahwa semakin hari perkembangan zaman semakin canggih saja. Tidak ada habis-habisnya deh kalau kita berbicara mengenai teknologi. Semakin hari semua orang pastinya bersaing untuk menciptakan berbagai macam teknologi, mulai dari yang unik sampai yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Teknologi merupakan bagian yang sudah tidak bisa terpisahkan lagi dari kehidupan manusia di zaman modern seperti sekarang ini. Yang dimaksudkan dengan teknologi adalah suatu kumpulan alat-alat termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia dan teknologi juga secara signifikan memengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk mengendalikan dan beradaptasi dengan lingkungan alami mereka. Untuk manusia, teknologi telah digunakan hampir disetiap aspek kehidupan, mulai dari untuk memudahkan pekerjaan, berkomunikasi dengan menggunakan ponsel atau smartphone, hiburan dan masih banyak lagi. Dan kali ini kita akan membahas tentang teknologi yang berhubungan dengan sebuah Aplikasi.

Yaps Aplikasi! Aplikasi dapat diartikan sebagai suatu program berbentuk perangkat lunak yang berjalan pada suatu sistem tertentu yang berguna untuk membantu berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Nah, jadi menurut kalian aplikasi apa sih yang bakalan kita bahas disini? Okey guys, disini kita akan ngebahas tentang aplikasi Spotify. Apa itu? ada apa dengan aplikasi itu? Yuk langsung aja kita kepoin sekarang….

Indonesia merupakan lahan empuk untuk pasar musik streaming. Dan kabarnya, Layanan music-streaming Spotify kini dilaporkan sedang menyiapkan fitur baru yaitu “Voice Interface”. Melalui fitur baru ini, para pengguna nantinya bisa memutar musik dengan perintah suara. Tak hanya itu saja, Spotify juga didukung kemampuan memberi perintah suara via Google Assistant di perangkat pendukung asisten digital Google.

Nah, sebelum kita membahas ke inti permasalahan nya, ada baik kita mengetahui dulu apa sebenarnya Spotify itu.

Sebetulnya, Apa itu Spotify?

Spotify adalah layanan musik streaming, podcast dan video komersial Swedia yang menyediakan hak digital manajemen yang dilindungi konten dari label rekaman dan perusahaan media. Ini tersedia di sebagian besar Amerika, Eropa Barat dan Oseania. Musik dapat diakses atau dicari oleh artis, album, genre, playlist, atau label rekaman.

Spotify dikembangkan pada tahun 2006 oleh sebuah tim di Spotify AB, di Stockholm, Swedia. Perusahaan ini didirikan oleh Daniel Ek, mantan CTO Stardoll, dan Martin Lorentzon , co-pendiri TradeDoubler dan Maria Giovani Anggasta Santosa. Judul perusahaan, menurut Daniel Ek, awalnya salah dengar dari nama berteriak oleh Martin Lorentzon. Kemudian mereka berpikir keluar etimologi dari portmanteau dari “spot” dan “identify”.

Spotify beroperasi di bawah model bisnis freemium, dengan dua streaming musik tingkatan: Spotify Gratis (160kbit/s) dan Spotify Premium (hingga 320kbit/s). Dibayar langganan Premium menghapus iklan, meningkatkan kualitas audio dan memungkinkan pengguna untuk men-download musik untuk mendengarkan secara offline.

Spotify, bersama-sama dengan industri musik streaming pada umumnya, menghadapi beberapa kritik dari seniman mengklaim mereka sedang tidak adil kompensasi untuk pekerjaan mereka sebagai penurunan penjualan musik download dan streaming musik meningkat. Tidak seperti fisik atau penjualan download, yang membayar harga tetap per lagu atau album, Spotify membayar seniman berdasarkan “pangsa pasar” mereka (jumlah aliran lagu mereka sebagai proporsi dari total lagu streaming pada layanan).

Mereka mendistribusikan sekitar 70% untuk pemegang hak, yang kemudian akan membayar seniman berdasarkan perjanjian masing-masing. Tak terduga, dan beberapa mengatakan tidak memadai, sifat kompensasi ini, yang telah dihitung menjadi serendah US$0,0011 per streaming, telah menyebabkan kritik dari artis. Terutama, Thom Yorke dan discography Taylor Swift telah ditarik dari Spotify, dan Swift mengklaim “Saya tidak bersedia untuk memberikan kontribusi karya hidup saya untuk percobaan yang saya tidak merasa cukup mengkompensasi para penulis, produser, artis, dan pencipta musik ini”. Menanggapi hal ini, Spotify mengklaim bahwa mereka mendapatkan manfaat bisnis musik dengan migrasi “mereka dari pembajakan dan platform kurang diuangkan dan memungkinkan mereka untuk menghasilkan royalti jauh lebih besar dari sebelumnya” dengan mendorong pengguna untuk menggunakan layanan mereka dibayar.

Kapan Meluncurnya Spotify?

Aplikasi Spotify diluncurkan pada 7 Oktober 2008. Sementara akun gratis tetap tersedia dengan undangan untuk mengelola pertumbuhan layanan, peluncuran dibuka langganan berbayar untuk semua orang. Pada saat yang sama, Spotify AB mengumumkan kesepakatan lisensi dengan label musik besar. Perusahaan ini melaporkan kerugian sebesar 31,8 juta kronor ($ 4,4 juta) pada tahun 2008.

Pada tanggal 10 Februari 2009, Spotify membuka pendaftaran gratis di Inggris (UK). Terdaftar melonjak setelah rilis layanan seluler, yang mengarahkan Spotify untuk menghentikan pendaftaran di Inggris untuk bagian dari 2009, kembali ke undangan – satunya kebijakan.

Gunanya Spotify

Ketika itu, aplikasi untuk mengakses musik secara online ini telah diumumkan lewat akun Twitter resmi Spotify Indonesia pada tanggal 30 Maret 2016. Sekarang mari kita lihat apa saja yang telah diberikan oleh Spotify selama ini:

  • Daily Viral Charts

Spotify bisa menjadi suatu pilihan bagi para penikmat musik untuk tahu perkembangan musik lokal hingga dunia. Dikutip dari situs berita terbaru Spotify Februari lalu, bahwa setiap harinya akan ada daily viral charts yang akan menampilkan referensi musik yang sedang diperdengarkan baik secara global maupun lokal.

  • Menambahkan Koleksi Musik Pribadi di Luar dari yang Disediakan

Belum diketahui pasti koleksi lagu lokal yang akan Spotify sediakan nantinya di Indonesia. Namun di Spotify, kita bisa menambahkan lagu-lagu diluar dari yang Spotify sediakan tersebut ke dalam playlist kita, selama lagu itu sudah terlebih dahulu kita beli secara legal.

  • Private Session: Ruang untuk Menikmati Guilty Pleasure

Jika Anda yang membaca ini adalah seorang laki-laki berkumis tebal dan berbadan sangat tegap serta dikenal sebagai pribadi yang tegas, namun ada beberapa situasi yang membuatmu sangat ingin mendengarkan lagu-lagu seperti Adele, Spotify menawarkan solusi dengan fitur private session yang dimilikinya.

Lewat iPhone atau Android, kamu bisa mengatur sesi ini dengan melalui Menu -> Settings -> Social -> Private Session -> On. Fitur ini hanya maksimal bertahan hingga 6 jam atau hingga kamu menghentikan sesinya sendiri.

  • Spotify Running

Melalui fitur ini, Spotify memberimu beberapa playlist yang bisa menemanimu berolahraga. Lagu-lagu yang dipilih sengaja disesuaikan dengan beberapa tempo yang biasanya kita lakukan saat berolahraga.

  • Spotify Taste Rewind

Melalui fitur unik ini, Spotify akan memberimu beberapa rekomendasi playlist yang berisi lagu-lagu jaman dulu yang kemungkinan sesuai dengan seleramu.

  • Update dengan Karya Terbaru Artist Favorit

Dengan fitur ini Anda akan mendapatkan notifikasi ketika artist yang Anda ikuti mengeluarkan karya terbaru mereka. Seharusnya, ini menjadi satu fitur yang baik, karena terkadang kita terlalu nyaman hingga waktu yang lama dengan playlist yang kita buat, hingga kita tidak menyadari ada beberapa pilihan baru yang bisa kita pertimbangkan.

  • Saling Berbagi Selera Musik serta Cara Baru Menyampaikan Mood Terkini

Melalui Spotify, Anda dapat melihat musik apa yang temanmu dengarkan. Tentunya lebih dari sekedar memenuhi rasa ingin tahu selera orang lain, fitur ini bisa memberikan referensi musik apa yang memang sedang banyak diperdengarkan.

Terlebih lagi, tidak munutup kemungkinan kalau suatu hari nanti sebagian besar orang akan mengurangi menulis status di media sosial dan lebih memilih untuk membagikan informasi tentang lagu apa yang mereka dengarkan sehingga orang lain dapat menebak apa yang sedang dia rasakan, yang seharusnya tercermin dari lagu apa yang sedang dia dengarkan.

So, Apa Bedanya Spotify dengan Guvera, Apple Music dan Joox?

Bidang layanan musik streaming saat ini tergolong ramai, dengan banyak bermunculan layanan serupa dari berbagai produsen. Di Indonesia, layanan sejenis Spotify telah lama dihuni pemain lokal, regional dan internasional, semacam Guvera, Joox dan Apple Music, yang belum lama ini dapat diakses melalui perangkat Android. Dan inilah perbedaan dari beberapa layanan streaming musik yang telah tersedia di Indonesia:

Spotify

  • Akses Gratis: ada dengan iklan
  • Free trial: 30 hari.
  • Berlangganan: Rp 49.990 perbulan.
  • Keuntungan: Akses tanpa batas, diputar offline dan lirik (desktop).
  • Metode Pembayaran: kartu kredit, transfer bank, Alfamart.
  • Koleksi: 30 juta lagu.
  • Kualitas audio: Hingga 320 kbps
  • Aplikasi: iOS, Android, Windows, Mac, PlayStation, Chromecast

Guvera

  • Akses Gratis: Ada tapi akses lagu terbatas.
  • Free trial: 10 jam.
  • Berlangganan: Rp 20.000 per minggu atau Rp 55.000 per bulan.
  • Keuntungan: Akses tanpa batas, tidak ada iklan diputar offline.
  • Metode Pembayaran: kartu kredit, transfer bank, Doku.
  • Koleksi: 30 juta lagu.
  • Kualitas audio: Hingga 256 kbps
  • Aplikasi: iOS, Android, Windows Phone, Web

Apple Music

  • Akses Gratis: Tidak Ada
  • Free trial: 3 bulan
  • Berlangganan: Rp 69.000 perbulan
  • Keuntungan: Akses tanpa batas, Offline
  • Metode Pembayaran: kartu kredit.
  • Koleksi: 30 juta lagu.
  • Kualitas audio: 256Kbps
  • Aplikasi: iOS, Android, Windows, Mac, Apple TV

Joox

  • Akses Gratis: Ada tapi akses lagu terbatas.
  • Free trial: 1 bulan
  • Berlangganan: VIP Rp 25.000 per minggu atau Rp 49.000 per bulan.
  • Keuntungan: Akses tanpa batas, Offline, lirik
  • Metode Pembayaran: kartu kredit Play Store & App Store, Billing Telkomsel, kode kupon.
  • Koleksi: Lebih dari 5 juta lagu.
  • Kualitas audio: hingga 320 kbps.
  • Aplikasi: iOS, Android, Web

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai tentang Spotify. Dan saat kita kembali ke inti permasalah. Disebutkan di atas bahwa, Layanan music-streaming Spotify kini dilaporkan sedang menyiapkan fitur baru yaitu “Voice Interface”. Melalui fitur baru ini, para pengguna nantinya bisa memutar musik dengan perintah suara. Dan tak hanya itu saja, Spotify juga didukung kemampuan memberi perintah suara via Google Assistant di perangkat pendukung asisten digital Google. Apakah semua itu benar atau tidak? Yuk kita lihat jawabannya di bawah ini…

Spotify Siapkan Fitur Putar Lagu Lewat Perintah Suara

Layanan music-streaming Spotify kini mulai bisa mendengar suara pengguna. Hal ini berkat fitur “Voice Search” yang tengah diuji coba. Pengguna bisa memerintahkan Spotify untuk memutar kumpulan lagu “Discover Weekly”, memainkan lagu ber-genre tertentu, hingga mencari judul lagu dan musisinya secara spesifik.

“Saat ini baru diuji coba untuk sebagian kecil pengguna,” kata juru bicara Spotify.

Spotify berdalih bakal mengembangkan fungsi Voice Search lebih jauh lagi. Karenanya, informasi detail soal fitur tersebut belum mau diumbar. Uji coba Voice Search pada Spotify pertama kali diungkap pengguna bernama Hunter Owens. Ia mengunggah video tutorial di akun YouTube pribadinya pada Rabu (14/3/2018) kemarin.

Berdasarkan video tersebut, ikon Voice Search akan muncul secara default di sisi kanan antarmuka aplikasi Spotify. Ketika ditekan, pengguna bisa langsung melakukan perintah pencarian. Mekanisme ini akan membuat pengguna lebih praktis menjajal Spotify dalam beberapa kondisi. Misalnya ketika ingin mengganti lagu sembari menyetir, atau saat memegang banyak barang dan sulit mengetik.

Beberapa orang berpendapat, Voice Search merupakan langkah Spotify untuk merilis smart speaker. Strategi ini serupa dengan Apple ketika merilis Siri untuk HomePod, Google ketika merilis Assistant untuk Home, atau Amazon ketika merilis Alexa untuk Echo.

Spotify Bersedia Melantai di Bursa Saham

Terlepas dari fitur baru, Spotify saat ini tengah sibuk untuk menjadi perusahaan publik. Menurut laporan pada bulan lalu, Spotify akan segera melantai di bursa saham New York Stock Exchange. Perusahaan asal Swedia tersebut telah mengajukan direct listing sahamnya pada Rabu (28/2/2018).

Spotify yang akan diperdagangkan sebagai SPOT di New York Stock Exchange, mengambil langkah tidak biasa di pasar publik Amerika Serikat (AS). Ketimbang melakukan penawaran saham perdana (IPO/Initial Public Offering) konvensional, perusahaan menggunakan direct listing, yang membuat para investor dan karyawan bisa menjual sahamnya tanpa merekrut broker atau underwriter untuk mengurus proses penawaran.

Spotify menyatakan valuasinya saat ini antara US$ 16,8 miliar dan US$ 22,5 miliar. Perhitungan ini berdasarkan perkiraan harga saham antara US$ 9 dan US$ 127,50 di pasar privat pada Februari dan 178 saham beredar pada akhir bulan yang sama.

Dalam dokumen pengajuannya, Spotify mencantumkan data finansial dengan pertumbuhan pendapatan dan biaya operasional yang relatif stabil. Ini kali pertama Spotify mengungkapkan data finansialnya ke publik.

Spotify pertama kali dirilis pada 2008 dan telah tersedia di lebih dari 60 negara. Selain itu, Spotify juga merupakan perusahaan streaming musik terbesar di dunia, serta merupakan rival utama Apple, Amazon dan Google, yang juga memiliki layanan serupa.

“Kami yakin dengan universalitas musik, memberikan kami peluang untuk menjangkau lebih dari 3,6 miliar pengguna internet di dunia,” tulis Spotify dalam laporannya.

Pemasukan dan Kerugian Bertambah

Dalam laporan yang sama, Spotify juga mengungkapkan pendapatan naik 39 persen menjadi 4,09 miliar euro pada 2017, dari 2,95 miliar euro satu tahun sebelumnya. Kerugian operasional melebar menjadi 378 juta euro pada 2017, dari 349 juta euro.

“Pendapatan terus tumbuh, tapi pengeluaran mereka tumbuh lebih lambat daripada pendapatan. Ini lah yang terjadi pada bisnis semacam ini,” ungkap pakar IPO dan profesor di University of Florida, Jay Ritter.

Spotify saat ini memiliki 71 juta pelanggan premium di dunia, dua kali lebih banyak daripada Apple dengan 36 juta. Total termasuk untuk layanan gratis, Spotify memiliki rata-rata 159 juta pengguna bulanan.

Tarif berlangganan Spotify premium sebesar US$ 9,99 per bulan. Spotify melihat ada potensi besar dalam layanan iklannya (gratis) yang tidak dimiliki Apple.

“Dengan layanan berbasis iklan, kami yakin ada peluang besar untuk menumbuhkan pengguna dan mendapatkan pangsa pasar dari radio tradisional,” demikian Spotify menjelaskan dalam laporannya.

Spotify saat ini merajai pasar streaming musik, tapi rival utamanya yaitu Apple, Google dan Amazon juga memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Ketiga rival Spotify tersebut merupakan raksasa teknologi yang terus mengembangkan inovasi baru.

Spotify sendiri memiliki sekutu yang kuat dengan menjalin kerja sama dengan Tencent Holding. Kedua perusahaan pada Desember 2017, mengumumkan akan saling membeli saham minoritas untuk membantu menumbuhkan bisnis mereka di pasar inti masing-masing.

Spotify Didukung Kemampuan Memberi Perintah Suara via Google Assistant

Google mengumumkan bahwa fitur perintah suara Spotify akan mendukung penuh Google Assistant dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini berarti, pengguna dapat memberikan perintah via suara untuk mengendalikan Spotify pada perangkat berteknologi Google Assistant.

Sebelumnya, fitur perintah suara Spotify hanya tersedia pada Google Home, namun kini fungsi serupa menerjemahkannya ke Google Assistant pada ponsel. Baik pengguna Spotify versi gratis dan premium akan dapat memutar musik dengan menggunakan perintah suara.

Menurut laporan The Verge, jika pengguna menautkan akun Spotify dan menjadikannya sebagai pemutar musik default pada Google Assistant, pengguna tidak lagi perlu mengucapkan kata “Spotify” pada setiap akhir kalimat perintah.

Dukungan tambahan tersebut akan digulirkan Google bersamaan dengan pengumuman rangkaian produk barunya, termasuk Google Home Max, speaker rumahan cerdas berukuran besar yang dirancang Google untuk menjadi kompetitor Apple HomePod dan Sonos.

Sementara itu pada 4 Oktober ini, Google resmi meluncurkan dua smartphone unggulannya, yaitu Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Kedua perangkat ini mengusung desain bodi serupa pendahulunya, namun telah menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo.

Pada ponsel cerdas terbarunya tersebut, Google tidak ikut dalam tren kamera ganda, dan menggunakan ‘dual pixel’. Teknologi ini diklaim memiliki kemampuan seperti kamera ganda dan mampu membuat efek yang sering dipamerkan kamera ganda, yakni efek bokeh.

Google juga mengumumkan produk terbarunya, yaitu Pixel Buds merupakan earphone nirkabel dengan fitur penerjemah. Google Pixel Buds dapat dihubungkan dengan smartphone Pixel, dan menggunakan mesin penerjemah Google untuk menghadirkan terjemahan langsung dalam 40 bahasa berbeda.

So, jika Anda menyukai penjelajahan musik yang maksimal dengan audio yang bagus serta memiliki daftar musik yang banyak, maka Spotify bisa jadi pilihan Anda, tetapi jika tidak, Anda bisa memilih layanan streaming lainnya seperti Joox dan sebagainya….

« Previous Post
Next Post »